Hello..ini postingan ketiga aku. Kalo ini aku nge-post cerita fiksi lebih tepatnya cerbung *cerita besambung*. Sebenernya cerita ini udah dari lama sih, udah pernah di post di ICL, tapi berhubung ICL ning di tutup di lanjutinnya di fb. Nah ! Kebetulan, sekarang aku punya blog. Jadi selain ngelanjutin di fb, aku mau nge-post mulai dari part 1. Pemerannya anak-anak Idola Cilik. Langsung aja ya.. CEKIDOT !!
Pagi yang cerah di SMA TUNAS BANGSA. Bel masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu, namun kelas X-1 masih kacau balau. Di kelas anak-anak sibuk membicarakan jika kelas mereka akan kedatangan murid baru. Salah satunya gerombolan yang satu ini nih !
“Eh, katanya bakalan ada murid baru ya ?”kata seorang cewek a.k.a Sivia.
“Iya…katanya sih manis n cantik . Lumayan buat jadi gebetan baru kan ?”kata cowok yang duduk di sebelahnya.
“HUUUUUUUU..!” koor Shilla, Sivia, dan Agni.
“Cewek mulu yang loe pikirin !! Pelajaran noh yang harusnya loe pikirin !! Dasar RIKO SANG PLAYBOY CAP DUREN TENGIK !!”ejek Agni.
“Hahahha..” Shilla,Sivia, dan Agni tertawa puas disambut sebuah mulut manyun dari Riko.
“Terserah kaliah ahh… Males gue ! !” bela Riko.
“Ssttts…Diem ! Bu Winda dateng !”kata Shilla. Merekapun kembali ke tempat masing-masing.
“Selamat pagi anak-anak !”Sapa Bu Winda -Guru Fisika-.
“Pagi Bu !!!” jawab anak-anak serempak.
“Hari ini kita akan kedatangan murid baru.Silahkan masuk !” ujar Bu Winda. Seorang anak berpostur tinggi, kurus, manis, dan cantik memasuki kelas.
“Dari mukanya sih kayaknya ramah n baik. Ya gak ?” bisik Sivia kepada Shilla, dan dibalas dengan sebuah anggukan.
“Wuidihhh…cakepnya !” ucap Riko tanpa berkedip.
“Geulis pisan euy !” kata Debo. *bener gak sih bahasa sundanya ?
Kembali ke depan kelas…
“Nah…Silahkan perkenalkan dirimu !” perintah Bu Winda.
“Nama gue Alyssa Saufika Umari, panggil aja Ify, gue pindahan dari Bandung. Mohon bantuannya.” sapanya datar, tanpa ekspresi, dingin, dan cuek. Anak-anak terdiam dan terkejut bahwa murid baru ini bertolak belakang dengan pendapat mereka ketika melihatnya pertama.
“Buseeett !! Cuek amat tuh anak ?” sungut Agni.
“Vi, gini ya yang namanya ramah n baik ? kok malah jutek n cuek ya ?” kata Shilla setengah berbisik.
“Gak tau ! Tapi aku yakin dia sebenarnya baik n ramah kok !” balas Sivia.
“Iya sih !! Moga-moga aja bener !” kata Shilla yang disambut sebuah anggukan oleh Agni.
“Yasudah…kamu duduk di sebelahnya Sivia ! Itu loh ! Yang dibelakangnya cowok itu !” Kata Bu Winda sambil menunjuk Sivia, lalu menunjuk Agni.
“Maksud ibu apa ? Ibu pikir saya cowok ? saya cewek bu..!” sungut Agni.
“Ohhh !!! Kmu cewek toh ? saya pikir kmu cowok.” kata Bu Winda dengan ‘watados’. Hahahhaha…anak-anak sekelas tertawa.
“Arrggghhhh !! Terserah ibu lah… capek saya !” balas Agni cemberut.
“Oke ! Ify kamu boleh duduk !” perintah Bu Winda.
“Makasih,bu.” balas Ify.
Ify berjalan ke tempat duduk yang telah ditunjuk oleh Bu Winda, dan segera meletakkan tasnya.
“Hai !! Gue Sivia Azizah, loe bisa panggil gue Via aja. Salam kenal.” sapa Via ceria sambil menjulurkan tangannya.
Ify membalas jabatangan Sivia “Ify. Salam kenal.” balas Ify singkat.
“Hi…gue Shilla n yang duduk sebangku sama gue itu namanya Agni. Salam kenal.” sapa Shilla dan lagi..lagi..dan lagi…menjulurkan tanangnya.
“Ify. Salam kenal.” Balas ify dingin sambil menjabat tangan tersebut.
“Hei cewek yang cantik, manis, anggun, dan jelita ! Boleh minta nomer hpmu gak ? Boleh donk !” ucap Riko dengan Pe-De dan genit.
“Privacy ! Jangan pernah ganggu gue lagi. Dasar, PLAYBOY !!!” ucap Ify dingin dan menekankan kata yang di caps lock. Riko jiper juga ngadepin Ify yang dingin dan hebatnya lagi nih ! Si Ify bisa langsung nebak kalo dia itu PLAYBOY. Shilla, Agni, dan Via cekikikan melihat adegan tadi. Setelah tenang, mereka pun memulai pelajaran.
>>>>>>>>>>>>>>>
Teeeettt…Teeetttt…Teeeeettt…
Bel istirahat berbunyi. Anak2 segera berhamburan keluar kelas. Tapi tidak dengan Shilla, Sivia, dan Agni.
“Fy, ke kantin yuk !” ajak Via. Ify hanya menggeleng.
“Ayolah Fy…daripada loe suntuk disini ? Mendingan ke kantin aja…sekalian muter2 sekolah. Mau ya ?” cerosos Shilla.
“Ga.” jawab Ify sambil menggelengkan kepalanya, tapi matanya tak lepas dari I-Phone miliknya. Seperti menunggu telepon atau sms dari seseorang.
“Loe lagi ngeliatin apa’an sih di hp loe ? Nunggu telepon ? atu sms dari seseorang ?” tanya Agni.
“…” tak ada jawaban dari Ify.
“Fy ? Loe gpp kan ?” tanya Via khawatir. Ify menoleh dan menggelengkan kepalanya *Lagi..lagi..dan lagi..
“Ayo ke kantin yukk ! Laper nih gue ! Ikut yuk Fy ?”tawar Agni. Kali ini Ify mengangguk.
“Dari tadi kek ! Yaudah nyokk ! Laper gue !” kata Agni semangat sambil menarik tangan Ify, Shilla, dan Sivia.
Sesampainya di kantin…
“Kalian mau pesen apa ?” tanya Sivia.
“Gue mie ayam satu, bakso satu, sama es tehnya satu.” Jawab Agni.
“Kalo gue bakso aja dech ! Minumnya es jeruk aja ya…” jawab Shilla. “Klo loe sendiri Vi ?” tanya Shilla.
“Gue sama aja ma loe.”jawab Via.“Kalo loe Fy ?” tanya Sivia.
“Gue lemon tea aja satu.” Jawab Ify.
“Loe gak makan ?” tanya Via. Ify hanya menggeleng.
“Yaudah deh ! Gue pesenin dulu ya…” Via beranjak pergi dan memesan makan, setelah memesan makanan Sivia kembali ke tempat duduk.
“Fy…gue boleh tanya sesuatu gak sama loe ?” tanya Via pelan.
“Apa ?” jawab Ify.
“Loe kenapa sih loe bersifat dingin, cuek, dan pemurung ? Padahal air muka loe gak bisa bohong klo sebenernya loe itu baik, ramah, dan ceria. Klo loe punya masalah, loe bisa cerita semuanya sama kita-kita. Karena mulai sekarang kita BERSAHABAT ! Kita disini sebagai
sahabat loe. Jadi loe gak perlu nanggung beban itu semua sendirian.” Ujar Via
panjang lebar. Belum sempat Ify menjawab, makanan mereka datang.
“Makan aja dulu ! Ntar loe bisa cerita semuanya sama kita semua, Fy. Ya kan Shill ? Ni ?”tanya Sivia kepada Shilla dan Agni, yang dijawab dengan anggukan oleh keduanya. Ify tersenyum tipis.
“Mereka teman yang baik. Gue beruntung.”batin Ify.
Mereka sesekali bercanda ditengah-tengah acara makan mereka. Dan itu hanya sesekali ditanggapapi Ify oleh senyuman tipis.
“Ya ampun, Fy !!! Kalo loe mau ketawa..ya ketawa aja…gak usah ditahan !” ujar Agni. Ify hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
“KYAAAAAA !!!” cewek2 sekantin pada heboh teriak dan keluar kantin.
“Ada CRAG !!!” “Ya Ampun !! Cakep banget sih !!!” “Aduh manisnya !!!” “Cool” “Keren” dan masih BANYAK lagi komentar cewek2 sesekolahan.
“Ahhh !! GILAKKK !!! Kuping gue pengang tau !!! Tiap hari kayak gini mulu !! kuping gue bisa2 budeg !” sungut Agni.
“Ihhh… apa2an sih ? Cuma mereka doank gitu ! Heboh amat sih ? Sumpek gue tiap hari kayak gini !” sungut Shilla cemberut.
“Tauk ah !” Sivia juga sebal, ia masih sibuk menggosokkan kedua telinganya. Begitu pula dengan Ify.
“Ke taman sekolah aja yukk ! Bakalan rame disini !” ajak Shilla dan disambut anggukan semangat dari Via dan Agni. Ify sih ngikut aja !
Mereka segera membayar makan mereka dan keluar dari kantin. Dengan susah payah mereka keluar dari kerumunan siswi2 yang masih histeris Karena CRAG sedang berjalan ke koridor menuju kantin. Ify sempat melihat ada 4 orang cowok. Yang pertama tinggi, tegap, hitam manis,wajahnya datar dan tanpa ekspresi seolah tak memperhatikan sekitarnya. Yang kedua hampir sama seperti yang pertama, hanya saja wajahnya lebih ramah dan lebih pendek dari yang pertama. Yang ketiga matanya sipit, putih, cool, rambut acak2an dan memakai head-set putih. Yang terakhir rambutnya paling gondrong,putih, manis, dan kelihatannya ramah. Belum selesai Ify memperhatikan mereka semua, ia sudah ditarik oleh Agni agar segera keluar dari kerumunan tersebut.
“Ify ! Ayo buruan !” ujar Agni sedikit berteriak. Ify hanya mengangguk dan segera mengikuti Agni ke taman sekolah.
Akhirnya mereka sampai di taman sekolah.
“Akhirnya !!!” kata Shilla setengah berteriak.
“Mereka itu siapa sih ?” tanya Ify.
“Duduk dulu aja dulu yukk !” ajak Sivia.
Setelah mereka duduk, Via menceritakan semuanya.
“Mereka itu CRAG, The Most Wanted Boys di sekolah ini. Cakka-Rio-Alvin-Gabriel. Leadernya itu si Mario Stevano Aditya Haling atau panggil aja Rio. Rio itu yang tinggi, tegap, hitam manis, wajahnya datar dan tanpa ekspresi itu loh ! Dia itu yang paling sadis, paling datar ekspresinya, dan paling males sama hal-hal yg berhubungan dengan cewek intinya paling cuek
bebek sama cewek. Makanya sampe’ sekarang belum punya cewek dan udah puluhan bahkan ratusan cewek yg dia tolak.Dia itu kapten basket dan ketos sekolah. Shill, lanjut !” kata Via
“Terus ada Gabriel Stevent Damaink atau Gabriel yang secara fisik hampir sama kayak Rio. Cuma lebih ramah aja. Dia itu yang paling mau bersosialisasi, meski kadang2 juga cueknya ampun-ampunan. Yang ketiga ada Alvin Jonathan Sindhunata atau Alvin. Dia itu yang sipit, putih, cool, rambut acak2an dan always memakai head-set putih. Dia itu yang paling diem diantara semuanya. Gue juga gak tau kenapa. Menurut gossip sih gara2 ibunya udah meninggal. Yang terakhir Cakka Kawekas Nuraga. Dia itu PLAYBOY SEKOLAH. Dia itu yang rambutnya paling gondrong diantara semuanya. Dia itu ramah tapi…Cuma kalo sama cewek yang cantik. Punya ratusan bahkan ribuan rayuan gombal buat cewek2. Mantan ceweknya banyak banget !! Lanjut !!!” ujar Shilla.
“Okelah kalo begitu ! Mereka itu udah sahabatan dari lama. Klo gak salah sih mulai dari SMP. Sekarang mereka sama-sama di kelas IX-2. Mereka sama2 masuk ekskul basket dan musik. Di ekskul basket mereka masuk tim inti. Di ekskul musik mereka bisa mainin berbagai alat musik. Rio bisa piano dan gitar. Kalo Gabriel bisa maen drum dan bass. Klo Alvin bisa main piano dan drum. Cakka bisa main gitar dan bass. Suara mereka juga bagus2 sih ! Loe liat kan ? Semua cewek pada histeris kalo ada mereka, tapi gak tau kenapa kita gak terpengaruh sama aura mereka ber-4.Bagi kita mereka itu biasa aja. Kita cuma ngomongin fakta. Abisnya banyak banget yang cerita tentang mereka ke kita-kita. Ya..mau nanggepin gimana ? Lha habis bagi kita mereka biasa aja tuh ! Anak2 pada bilang kita gak waras. Hanya karena kita gak histeris kalo ada mereka ! Just it !”ujar Agni es-mo-si.
“Kita justru malah kesel dan risih kalo liat dan denger teriakan murid-murid. Rame banget !!!” kata Via.
“Ooooo…” Ify hanya ber-O ria.
“Balik ke kelas yukk ! Bentar lagi bel !” ajak Shilla. Tepat setelah Shilla ngomong bel masuk berbunyi, mereka segera kembali ke kelas.
>>>>>>>>>>>>>>>
Pulang sekolah… Pukul 13.00 WIB (Maaf dipercepat…)
“Fy loe mau ikut gak sama kita2 ?”tanya Agni.
“Kemana ?” Ify berbalik tanya.
“Mau ke rumah si Via. Mau nyobain masakannya si Via. Ya…selebihnya main2 aja sih !” kata Shilla.
“Ikut yuk, Fy ! Lagian loe belum cerita masalah loe ke kita2.” Paksa Sivia.
“Yaudah deh ! Gue sms supir gue dulu.” Ify mengalah. Shilla, Sivia, dan Agni senang… Ify sudah mulai terbuka dengan mereka meski masih susah diajak ngomong.
Mereka pergi ke rumah Sivia dengan naik mobilnya Sivia. Di mobil Sivia, Shilla, dan Agni sesekali melontarkan candaan. Tapi tidak dengan Ify. Ify terus memandang keluar jendela, tatapannya kosong, entah apa yang dipikirkannya sekarang.
“Apa gue harus kasih tau mereka ? Apa gue udah siap ?”batin Ify bertanya. Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikirannya. Ify menghela nafas panjang. “Mungkin udah saatnya gue berbagi cerita !” Ify membatin lagi.
Setelah 25 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai ke rumahnya Sivia. Rumah Sivia bergaya etnik dengan taman yang rimbun, pintu jati, dan segala perabotan yang rata-rata terbuat dari kayu jati. Sivia mengajak Ify, Shilla, dan Agni ke joglo belakang rumahnya. Joglo ini sebenarnya bisa dibilang sebagai perpustakaan juga, karena semua koleksi buku milik keluarga Sivia ada di joglo. Di taman belakang terdapat kolam renang, joglo, kursi taman, dan taman yang tak kalah rimbun dengan taman depan.
“Eh, kalian disini dulu ya… klo mau baca buku, baca aja ya ! Gue mau ganti baju dulu, sekalian ngambilin kalian baju. Habis itu gue baru masak. Oce ?” kata Sivia.
“Sipp !!!” ucap Agni dan Shilla serempak.
10 menit kemudian, Sivia sudah kembali dengan menggunakan celana ¾ n t-shirt pink dan membawa 3 stel pakaian.
“Nih ! Kalian ganti dulu deh !” kata Sivia sambil menyerahkan baju tersebut kepada mereka ber-3. Mereka segera mengganti baju mereka dengan baju yang dipinjamkan oleh Sivia.
Setelah berganti baju, di joglo udah ada orange juice dan aneka cemilan. Shilla dan Agni membaca buku di joglo sambil sesekali bercanda dan nyemil. Sedangkan Ify, mencelupkan kakinya ke dalam kolam renang sambil mendengarkan lagu dari i-podnya. Sesekali Ify memainkan jari tangannya di air.
Tak sampai 30 menit, Sivia sudah membawa senampan makanan dan disusul Bi Inah dengan senampan lagi.
“Makan dulu nih ! Enak-enak tau ! Ayo cobain !” ujar Via bersemangat. Sivia, Shilla, Ify, dan Agni makan bersama di joglo.
“Enak banget nih nasi goreng !” “Mie gorangnya juga gak kalah enak !” komen Shilla.
“Iya…ayam crispynya juga MANTABBB !!!” kata Agni.
“Fy !!! Kok loe gak ngomong apa-apa sih ? Masakan gue gak enak ya ?” tanya Via. Terdengar ada guratan nada kecewa, karena dari tadi Ify hanya mengaduk makanan buatannya.
“Enggak kok, Vi. Masakan loe enak kok…Enak banget malah…” ucap Ify.
“Lha terus kenapa makanan gue cuma loe aduk-aduk aja dari tadi ?” Tanya Via penasaran.
“Sorry…gue lagi banyak pikiran aja !” kata Ify.
“Aelah, Fy. Kan gue udah bilang, kalo ada masalah cerita donk sama kita-kita. Yaudah sekarang kita makan dulu aja…tapi habis ini loe janji ya, loe bakalan cerita masalah loe ke kita semua..Oke ?” ucap Sivia.
Ify menghela nafas, “Huhhh…Iya deh !”
Setelah mereka makan, Shilla, Agni, dan Via langsung mengelilingi Ify.
“Loe sebenernya punya masalah apa’an sih ?” tanya Shilla penasaran.
“Dulu, gue…………………………………………………………….
“Apa gue harus kasih tau mereka ? Apa gue udah siap ?”batin Ify bertanya. Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikirannya. Ify menghela nafas panjang. “Mungkin udah saatnya gue berbagi cerita !” Ify membatin lagi.
Setelah 25 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai ke rumahnya Sivia. Rumah Sivia bergaya etnik dengan taman yang rimbun, pintu jati, dan segala perabotan yang rata-rata terbuat dari kayu jati. Sivia mengajak Ify, Shilla, dan Agni ke joglo belakang rumahnya. Joglo ini sebenarnya bisa dibilang sebagai perpustakaan juga, karena semua koleksi buku milik keluarga Sivia ada di joglo. Di taman belakang terdapat kolam renang, joglo, kursi taman, dan taman yang tak kalah rimbun dengan taman depan.
“Eh, kalian disini dulu ya… klo mau baca buku, baca aja ya ! Gue mau ganti baju dulu, sekalian ngambilin kalian baju. Habis itu gue baru masak. Oce ?” kata Sivia.
“Sipp !!!” ucap Agni dan Shilla serempak.
10 menit kemudian, Sivia sudah kembali dengan menggunakan celana ¾ n t-shirt pink dan membawa 3 stel pakaian.
“Nih ! Kalian ganti dulu deh !” kata Sivia sambil menyerahkan baju tersebut kepada mereka ber-3. Mereka segera mengganti baju mereka dengan baju yang dipinjamkan oleh Sivia.
Setelah berganti baju, di joglo udah ada orange juice dan aneka cemilan. Shilla dan Agni membaca buku di joglo sambil sesekali bercanda dan nyemil. Sedangkan Ify, mencelupkan kakinya ke dalam kolam renang sambil mendengarkan lagu dari i-podnya. Sesekali Ify memainkan jari tangannya di air.
Tak sampai 30 menit, Sivia sudah membawa senampan makanan dan disusul Bi Inah dengan senampan lagi.
“Makan dulu nih ! Enak-enak tau ! Ayo cobain !” ujar Via bersemangat. Sivia, Shilla, Ify, dan Agni makan bersama di joglo.
“Enak banget nih nasi goreng !” “Mie gorangnya juga gak kalah enak !” komen Shilla.
“Iya…ayam crispynya juga MANTABBB !!!” kata Agni.
“Fy !!! Kok loe gak ngomong apa-apa sih ? Masakan gue gak enak ya ?” tanya Via. Terdengar ada guratan nada kecewa, karena dari tadi Ify hanya mengaduk makanan buatannya.
“Enggak kok, Vi. Masakan loe enak kok…Enak banget malah…” ucap Ify.
“Lha terus kenapa makanan gue cuma loe aduk-aduk aja dari tadi ?” Tanya Via penasaran.
“Sorry…gue lagi banyak pikiran aja !” kata Ify.
“Aelah, Fy. Kan gue udah bilang, kalo ada masalah cerita donk sama kita-kita. Yaudah sekarang kita makan dulu aja…tapi habis ini loe janji ya, loe bakalan cerita masalah loe ke kita semua..Oke ?” ucap Sivia.
Ify menghela nafas, “Huhhh…Iya deh !”
Setelah mereka makan, Shilla, Agni, dan Via langsung mengelilingi Ify.
“Loe sebenernya punya masalah apa’an sih ?” tanya Shilla penasaran.
“Dulu, gue…………………………………………………………….
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Kira-kira gimana ya masa lalunya Ify ?
Siapakah masa lalu Ify itu ?
Apa yang akan terjadi di part selanjutnya ya ?
Maaf kalo di part ini kurang seru…tapi entar dibelakang bakalan banyak konflik kok…
TUNGGU aja ya…part 2 akan segera datang !!!
Jelek ya ???? Maaf ya lo jelek…
Memang saya tidak berbakat menjadi penulis ! ==’ *Curcol dech !
Leave Comment ya !!! Kritik dan saran ditunggu. Oke ?!
Follow my twitter : @auliianaa , kalo mau di follback mention aja ya…
Add my facebook : aulianamaharanie@gmail.com
^_^ numpang promosi… hehehhe…



0 komentar:
Posting Komentar